Friday, 17 October 2008

Singgah (ii)

Seperti pernah saya janjikan, saya turunkan puisi Dinsman seperti di bawah;

SINGGAH (ii)

untuk sementara

tutup semua tingkap dan tabir

letakkan rokok di luar pagar

pisahkan telefon dari gagangnya

maka bukalah pintu

ke jalan rahasia

ke ruang persembunyian itu

peperangan di luar itu entah bila akan selesai

mayat tak terbilang lagi

pahlawan menentang pahlawan

peluru mencari korban

darah terus mengalir

ke manakah kau akan pergi?

duduk di sini dan lihatlah

betapa janji tak dapat ditepati

betapa harapan tak dapat dipenuhi

betapa manusia menuntut hak masing-masing

letakkan pisau dan senapang itu

di sana ada anak yang menangis

di sini ada orang tua yang masih bertanya

makna hidupnya


bercakaplah tentang negara makmur dan kuat
sesungguhnya itu perjuangan yang mulia

apabila kuasa ada di tangan
ingatlah

ingatlah akan kemiskinan

bukan pada miskinnya

ingatlah akan kelemahan

bukan pada lemahnya

apabila mendengar ada anak yang menangis

ingatlah akan orang tua

yang masih bertanya makna hidupnya


di ruang persembunyian ini

berbagai kejahatan terjadi

untuk sementara

lupakan hak masing-masing

bertafakurlah sejenak

di hadapan keajaiban


ayah telah lama meninggalkan ibu

ayah telah lama meninggalkan dunia

lihatlah di halaman

peperangan itu tidak akan selesai

tiap manusia menuntut hak mereka

darimu

ke manakah kau akan pergi?


Dinsman



Nota kaki:

Sesungguhnya SINGGAH mempunyai makna besar dalam hidup saya.

Dalam melayari hidup, saya singgah di sekian banyak pelabuhan mengutip pengalaman dan ilmu.

Dan tidak kurang juga banyak manusia, dengan pelbagai ragam sifat dan sikap yang singgah dalam hidup saya yang banyak mengajar saya makna kehidupan.


Saya masih terus berlayar dan sayatahu banyak lagi pelabuhan yang menanti.

Entah apa yang ada di hadapan, saya tak dapat menduga. Semoga saya akan menemui cahaya kehidupan yang saya cari selama ini.

No comments: